Rp 5-10 Jutaan, Ruang Tamu & Taman Asri

Untuk menghidupkan ruang tamu yang awalnya berdesain sederhana dengan cat putih, pemilik rumah merenovasi ruang tamu dengan mengganti tembok dengan batu candi. Batu candi dipasang sampai ke eternit rumah.

“Meski batu candi berwarna hitam tapi tak membuat suasana gelap. Justru kesannya jadi hangat,” tutur Nadia, sang arsitek.

Di sebelah tembok batu tersebut, dipasang partisi antara dapur dan ruang keluarga. Selain berbentuk lemari, partisi tersebut bisa tampil sebagai aksen, berupa dua tiang kayu yang bagian tengahnya disampirkan sehelai kain tipis. Idenya seperti gorden tanpa rel. “Kain tersebut bisa diganti, entah dengan kain batik atau warna-warna terang.” Jadi, tinggal disesuaikan dengan tema apa yang diinginkan.

Untuk memisahkan ruang keluarga dan tamu baru dipakai partisi lain berbentuk lemari kotak-kotak. Jika memiliki benda-benda kesayangan, bisa diletakkan di sana.

Renovasi juga dilakukan terhadap taman di belakang rumah. Taman seluas 3 x 4 meter tersebut semula hanya ditumbuhi rumput

Foto: Daniel Supriyono/Nova

dan beberapa tanaman hijau. Letaknya tepat di depan kamar utama. Untuk menghindari kesan kosong dan sepi, sang empunya mengganti taman dengan membuat kolam kecil yang dihiasi dengan tanaman ilalang, rambat, lampu candi dan pancuran kura-kura. Jika pancuran dinyalakan akan terdengar suara air gemericik yang bisa diatur suaranya.

Posisi air kolam dan ubin rumah sejajar, tanpa membuat lantai jadi basah. Jika ingin mengubah suasana lain, bisa tambahkan ikan warna-warni. Pinggiran kolam dikelilingi selokan yang diisi dengan batu flores putih.

Nove

KALKULASI BIAYA
Ruang keluargaUkuran ruang: 3.00 x 4.00 m
Tinggi plafon: 6.00 m
Yang dikeluarkan:
* Batu Candi 20×20 : 24 m2 x Rp 90.000 Rp 2.160.000
* Semen : 3 sak x Rp 40.000 Rp 120.000
* Pasir : 0.75 m3 x Rp 160.000 Rp 120.000
* Cat dinding & plafond : 2 galon x Rp 85.000 Rp 170.000
* Partisi (1.00×0.15×3.00) : 1 unit x Rp 2.900.000 Rp 2.900.000
* Upah tukang : 2 orang x 4hari x Rp 45.000 Rp 360.000
T O T A L Rp 5.830.000
- Harga bahan bangunan sewaktu-waktu bisa berubah

Dipublikasi di taman | Tinggalkan Komentar

Asri Dengan Tanaman Gantung

Untuk membuat asri penampilan di rumah mungil, tanaman gantung bisa dijadikan solusi jitu. Pilih juga pot-pot gantung yang unik untuk memperindah suasana halaman yang sempit.

Jangan jadikan lahan sempit untuk menghalangi hobi berkebun Anda. Tanami lahan mungil Anda dengan tanaman hias kesukaan. Tanaman gantung bisa menjadi alternatif.

Tanaman gantung akan memberikan dimensi baru bagi taman di dalam ruang.

“Menggantung tanaman hias di area teras, taman dalam ruang, balkon, atau serambi mungil akan menciptakan atmosfer yang menyenangkan karena bisa memberikan warna lain pada ruang terbuka atau dinding yang polos,” ujar Agus Martono dari Omah Wit Nursery.

Menurut Agus, pencinta tanaman yang kreatif bisa menggunakan bermacam kontainer unik untuk menempatkan tanamannya dan menggantungnya dengan cara yang tak biasa. Penampilan tanaman gantung tentu akan terlihat lebih unik dan menarik perhatian.

Lalu, jenis tanaman apa saja yang cocok dijadikan tanaman gantung? Agus menyebutkan, syarat utama tanamannya harus tumbuh menjalar atau menjuntai hingga menutupi dinding pot yang digantung. Pada umumnya tanaman gantung yang paling baik adalah jenis tanaman rambat.

Kendati demikian, lanjut Agus, tidak semua tanaman rambat bisa dijadikan pilihan yang tepat. “Yang bisa digantung adalah tanaman yang kecil, seperti Senecio macroglosus (ivy), Aeschynanthus (bunga lipstik), hoya, dan beberapa lainnya,” saran Agus.

Aneka Pot Gantung

Pada dasarnya memilih tanaman gantung tak ada bedanya dengan memilih tanaman lain. Akan tetapi, kata Agus, perlu diperhatikan jenis tanamannya, sebaiknya pilih yang bisa tumbuh di rumah pemakai. Apakah jenis tanaman dataran tinggi atau dataran rendah.

Perhatikan juga keperluan akan sinar matahari. Namun, ada banyak tanaman yang tak memerlukan sinar matahari langsung, seperti hoya dan bunga lipstik. Sedangkan bunga sedap malam mini tak terlalu masalah dengan paparan sinar matahari langsung.

Pemilihan pot gantungnya juga harus disesuaikan dengan jenis dan ukuran tanaman, serta kekuatan pot dan keserasian dengan lingkungan sekitarnya. Materi pot yang dipilih bisa dari bahan plastik, keramik, terakota, kawat, dan sebagainya.

Menurut Agus, pot plastik paling banyak digunakan karena ringan, praktis dan tahan lama. Sehingga dapat ditempatkan di mana saja tanpa perlu khawatir merusak tempat gantungannya. Sementara pot dari bahan besi atau kayu lama-kelamaan akan berkarat, lapuk, dan rusak.

Agar tanaman hias tumbuh subur, Agus juga menyarankan, pot gantung diberi alas ijuk atau serat sabut, agar lebih menyerap air. “Kelebihan air yang terserap pada alas ijuk atau serabut ini nantinya dapat diserap tanaman bila terjadi penguapan. Ijuk juga berguna memperlancar sirkulasi udara, sehingga tanah atau media tanam tetap porous.”

Dipublikasi di taman | Tinggalkan Komentar

Gaya Rumah Urban, Tumbuh Kembang Bersama Pemiliknya

Rumah sempit, tak usah gusar. Konsep rumah urban dapat menyiasati lahan terbatas untuk membuat hunian tetap nyaman, bahkan dapat disesuaikan dengan kondisi sang pemiliknya.

Terbatasnya lahan yang ada dan tingginya harga tanah di kawasan perkotaan tentu memberi sedikit pilihan bagi masyarakat kota untuk dapat memiliki hunian impiannya. Lahan terbatas membuat cita-cita dan harapan untuk memiliki ruang-ruang penting yang lega dan nyaman di dalam hunian terasa mustahil diraih.

Namun, tenang dulu. Kendala seperti ini dapat dipecahkan dengan konsep desain yang tepat. Rumah yang akan dibahas kali ini merupakan cerminan dari kondisi rumah urban (perkotaan).

Bila lahan yang dimiliki memang terbatas dan kebutuhan akan ruang pun tidak berimbang dengan luasan lahan yang ada. Maka, konsep yang diterapkan adalah “vertical development” dimana pengembangan hunian dilakukan secara vertikal dengan menambah jumlah lantai bangunan.

Saat ini pemilik rumah memang masih berstatus “single”, namun dengan luasan lahan berukuran 4 m x 15 m, rumah yang diinginkan nantinya juga dapat mengakomodasi layaknya sebuah hunian keluarga kecil. Untuk mengakomodasi hal ini, fungsi setiap ruang yang didesain haruslah bersifat multifungsi, dimana ruang yang ada pada saat ini dapat berubah fungsi sesuai dengan kebutuhan di masa yang akan datang.

Area Private & Service
Lantai dasar difungsikan sebagai area publik, yang terdiri dari pantry dan ruang duduk yang dibatasi oleh kolam sebagai area untuk pengudaraan alami ke dalam ruangan. Konsep ruang pada lantai dasar dibiarkan terbuka tanpa partisi/ dinding agar ruang yang satu dengan yang lainnya menyatu dan terasa lebih luas.

Lantai atas difungsikan sebagai area private dan service. Area private terdiri dari ruang tidur dan ruang kerja. Area ruang kerja bersifat multifungsi, dimana pada saat pemilik rumah kelak menikah dan memiliki keluarga, maka ruang ini akan berfungsi sebagai kamar anak. Dan pada saat ruang kerja berubah fungsi menjadi ruang tidur, ruang kerja dapat dipindah ke area koridor.

Selanjutnya, area service terdiri dari area jemur (pakaian) dan gudang. Ruang gudang ke depannya dapat difungsikan sebagai ruang tidur pembantu. Tampilan luar bangunan di desain sesederhana mungkin dengan finishing material ekspos untuk meminimalisasi dana pembangunan, juga dengan biaya perawatan yang minimal.

Interior bangunan juga didesain dengan memanfaatkan sisa material pembangunan, seperti bambu untuk penyangga (steger) yang dimanfaatkan sebagai finishing dinding, juga sebagai aksen ruangan.

Sedangkan langit-langit ruangan pada lantai dasar didesain tanpa plafond, dengan mengekpos dak beton pada lantai atas. Finishing dinding dan lantai pada beberapa ruangan juga dibiarkan alami, dengan menjadikan warna sebagai media untuk memberikan harmonisasi pada setiap ruang yang ada.

Dipublikasi di eksterior | Tinggalkan Komentar

Nyaman di Rumah Fungsional

Foto: Daniel Supriyono/Nova

Rumah, selain sebagai tempat tinggal juga memiliki fungsi beragam. Salah satunya, dapat dijadikan sebagai tempat usaha.

Banyak faktor yang bisa dijadikan pertimbangan mengapa saat ini banyak sekali orang yang menggunakan rumah sebagai bagian dari aktifitas tempat usahanya ataupun kantor.

Salah satu faktornya adalah kemacetan, yang membuat perjalanan menuju kantor yang memakan waktu lama. Selain itu juga faktor keamanan, kenyamanan, dan mulai banyak orang ingin mempunyai usaha sendiri. Bagi seorang ibu rumah tangga, mempunyai usaha sendiri di rumah tentu akan menambah nilai plus, karena sekaligus bisa mengurus anak dan rumah tangga.

Untuk menjadikan rumah plus sebagai tempat usaha ini, tampaknya semua faktor akan mempengaruhi ketika membuat konsep hunian fungsional dan multifungsi. Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini juga mempunyai area yang khusus digunakan sebagai kantor bagi sang kepala rumah tangga dan tempat usaha yang digeluti sang istri. Namun, semuanya tidak mengesampingkan kenyamanan rumah sebagai hunian bagi sebuah keluarga.

Foto: Daniel Supriyono/Nova

Pada rumah yang memiliki lahan seluas 750 m2 ini, tentunya akan lebih mudah menzoning lahan menjadi rumah fungsional yang bisa mencangkup kantor dan tempat usaha. Akan tetapi, rumah ini sebenarnya mempunyai bentuk lahan yang cukup sulit yaitu berbentuk seperti huruf T. Tentu saja, perlu pemikiran matang dalam me-layout lahan yang ada.

Rumah ini juga dilengkapi dua pintu utama, di mana keduanya mempunyai fungsi yang berbeda. Pintu yang pertama dibuat menyerupai gate atau gerbang, yang bagian atasnya dapat berfungsi sebagai ruangan, yang kemudian dialih fungsikan menjadi kantor.

Setelah memasuki gate berupa kantor ini, terdapat taman yang cukup besar, sebagai bentuk peralihan dari kantor menuju rumah. Selain itu, di sisi kiri terdapat selasar terbuka dan terdapat kolam ikan koi.

Setelah memasuki rumah, akan terlihat kesan klasik yang cukup dominan dalam keseluruhan desain rumah ini. Pemakaian wallpaper dan furniture bergaya klasik dipadukan dengan elemen-elemen etnik. Pada bagian belakang rumah terdapat meja makan keluarga yang ditempatkan di teras terbuka, sehingga pandangan menjadi lebih bebas ke arah halaman dan gazebo.

Di bagian belakang juga terdapat ruang peralihan menuju ke area lobby ruang usaha salon kecantikan dan kebugaran. Ruangan ini dimanfaatkan dengan amat baik, sehingga dapat dipakai sebagai ruang tunggu para tamu selanjutnya yang akan melakukan treatment di tempat ini.

Sedangkan pintu utama yang kedua, berada di bagian belakang rumah dan berfungsi sebagai pintu masuk ke tempat usaha tadi (salon kecantikan dan kebugaran). Ruang ini tepatnya berada di belakang rumah dan berada pada akses jalan yang berbeda dengan pintu atau gerbang utama menuju rumah. Menyatu dalam rumah, namun tak sampai menganggu kenyamanan seisi rumah dengan para tamu yang datang.

Dipublikasi di eksterior | Tinggalkan Komentar

Interior Manis Di Rumah Tropis

Rumah yang didesain dengan pendekatan iklim tropis terasa nyaman, berkat sejuknya lingkungan dan tatanan interior menawan.

Hunian dua lantai yang terletak di kawasan Cinere, Depok, ini didesain dengan nuansa tropis yang kental. Lingkungan sekitar yang sejuk menjadi kekuatan utama rumah ini. Sehingga rumah didesain dengan teritisan, teras, dan banyak bukaan untuk memberi keleluasaan udara masuk ke dalam bangunan rumah ini.

Salah satu keunikan rumah ini terletak pada penempatan ruang tamu yang terpisah dari bangunan induk. Sepenggal dek kayu menghubungkan keduanya, melintasi kolam ikan yang mengelilingi ruang tamu. Kolam ikan ini sekaligus berfungsi meredam panasnya udara luar.

Ruang tamu mungil diisi seperangkat meja kursi dengan aksesori pemanis, seperti lampu duduk dan kain manik yang membentang di sudut ruang. Meski terpisah, penataan ruang tamu dirancang secara berkesinambungan dengan ruang makan, ruang keluarga, dan teras belakang. Tatanan ini berhasil menciptakan kenyamanan dan kehangatan sebuah keluarga.

Salah satu kekuatan rumah ini juga terletak pada kepiawaian sang nyonya rumah menata interiornya. Berbagai aksesori dijadikan hiasan, baik di lemari pajangan ataupun meja konsol. Beberapa sudut ruang juga diisi meja konsol, sofa, atau sepasang kursi. Tak sejengkal ruangan pun dibiarkan kosong tanpa hiasan. Semua tertata dengan indahnya.

Dipublikasi di interior | Tinggalkan Komentar

Ekspresi Hunian Modern Nan Cozy

Mendesain hunian dengan suasana yang modern sekaligus nyaman tentu akan menimbulkan kebanggaan bagi si penghuninya. Sesuaikan saja dengan keseluruhan konsep rumah.

Desain modern identik dengan kesan simple and clean, baik dari tampilan eksterior maupun interior bangunannya. Pengolahan bentuk bangunan dan penggunaan jenis material pada ekesterior bangunan ini tentu amat mewakili karakter sang pemilik rumah.

Desain interior di dalam bangunan juga bisa mengekspresikan gaya hidup sang penghuninya. Oleh karenanya konsep desain modern banyak dijadikan pilihan bagi masyarakat urban yang menginginkan hunian yang fungsional, praktis, simpel secara tampilan, sekaligus terasa tetap nyaman untuk ditempati.

Dan rumah kali ini di desain dengan memodifikasi konsep awal bangunannya. Modifikasi dilakukan dengan merenovasi tampilan bangunan dan interior bangunan hingga layout ruang yang ada.


Atap “Attick“

Sentuhan modern pada tampilan luar bangunan dilakukan dengan mengkombinasikan bidang warna dan bidang masif yang dibalut dengan batu alam untuk memberikan nuansa natural.

Bidang transparan berupa railing dari kaca memberikan sentuhan ringan pada tampilan fasade bangunan. Bangunan ini sejatinya terdiri dari tiga lantai, namun visual fasade dibuat seolah hanya tampak dua lantai. Hal ini dilakukan dengan memodifikasi atap menjadi satu ruangan yang fungsional.

Ruang atap “attick” yang unik ini dijadikan sebagai ruang multifungsi yang dapat mengakomodasi berbagai aktifitas penghuninya, antara lain sebagai ruang duduk keluarga, ruang menonton, ruang baca, sekaligus ruang bermain anak.

Foto: Adrianus Adrianto/Nova

Konsep keseluruhan interior ruang di rumah ini mampu memanjakan mata sang penghuni dengan memadukan antara permainan efek cahaya dengan tekstur kayu pada dinding panel dan seluruh furnitur yang digunakan.

Komposisi ruang pun tak lupa diolah sedemikian rupa sehingga menciptakan zona-zona fungsi ruang yang tepat, sehingga menciptakan sirkulasi yang nyaman dan suasana ruang yang lapang.

Kesan cozy atau nyaman praktis bisa langsung terlihat di tiap ruang. Efek pencahayaan pada ruang pun memberikan nuansa berbeda. Dinding-dinding panel menjadi aksen natural pada ruang, sehingga ruangan terlihat tidak neko-neko sekaligus hangat.

Penggunaan material kaca pada railing tangga makin memperkuat kesan modern pada interior ruangan. Ya, rumah ini hadir merepresentasikan konsep desain modern sebagai bagian dari gaya hidup, namun tetap mengutamakan fungsi dan kenyamanan si penghuninya.

Dipublikasi di interior | Tinggalkan Komentar

Sikas, Tanaman Kuno Yang Tetap Digemari

Konon, ribuan tahun lalu, tanaman ini adalah kegemaran dinosaurus. Sampai sekarang tanaman sikas masih mudah ditemui, meski orang sering salah kaprah, dengan menyebutnya sebagai tanaman pakis, atau palem.

Pecinta tanaman pasti sudah tak asing lagi dengan tanaman Sikas. Selintas bentuknya mirip palem. Banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Karena morfologinya yang mirip pakis, banyak juga yang menyebutnya pakis haji. Secara sepintas batang dan daunnya mirip palem.

Tanaman ini termasuk famili Cycadaceae, dan terdiri lebih dari 90-an spesies. Tanaman ini tergolong tanaman sangat kuno, karena telah ada sejak ribuan tahun lalu. Banyak jurnal ilmiah yang mengaitkan tanaman ini dengan jaman Jurrasic yang terjadi ratusan ribu tahun yang lalu.

Secara umum daun sikas berwarna hijau, bentuknya menyerupai bulu dan tumbuh mengarah ke luar dari batang. Panjang daun sangat bervariasi, tergantung dari jenis Sikas. Tingginya beragam. Untuk tanaman hobi biasanya tak lebih dari 3 meter. Selain bentuk Sikas yang umum, ada juga Sikas yang mengalami kelainan, seperti Sikas albino yang dimiliki NA Flona. “Yah sesuai namanya, daun sikas ini tidak berwarna hijau, melainkan albino,” kata Santri dari NA Flona.

Masih Mahal
Tak sulit untuk menanam Sikas, baik sebagai tanaman indoor maupun outdoor. Terutama jika media tanam yang digunakan adalah tanah merah. Hanya saja untuk mendapatkan tanah ini biasanya ada di pinggiran kota. “Boleh juga ditambahi pasir malang di bagian atas tanah, agar saat disiram tanahnya tidak becek dan mengotori pot,” jelas Santri sambil mengatakan keindahan Sikas selain terletak di daun juga di bonggol. “Ya, seperti Adenium, Sikas juga diminati karena bonggolnya. Selain itu daunnya makin ke atas dan bentuknya beraturan.”

Salah satu alasan kenapa orang menyukai Sikas karena daunnya teratur dan rapi. “Sikas bisa tumbuh besar, cuma dalam waktu yang agak lama. Bahkan lebih lama dari pohon rambutan.” Sebagai gambaran, dalam sebulan Sikas hanya mengeluarkan daun sebesar jarum. “Setelah itu baru daunnya agak mekar. Makanya harganya mahal karena tumbuhnya agak lama.”

Karena lama berkembang tadi, untuk tanaman setinggi 30 cm saja perlu dua tahun untuk berkembang sampai memiliki bongol sekitar diameter 5 cm. “Semakin besar bonggolnya harganya pun semakin mahal. Dengan tinggi di bawah 1 meter harga mencapai Rp 250 ribu. Lebih dari itu, bisa sampai satu jutaan.”

Sikat Kutu

Meski sulit dibudidayakan, perawatan Sikas sangat gampang. “Kena panas atau hujan tidak berpengaruh, meskipun sebenarnya lebih suka panas. Hanya saja, daunnya sering terserang penyakit seperti kutu putih. Jangan dimusnahkan dengan air saja, tapi memerlukan obat tertentu pembasmi hama,” jelas Santri.

Jangan sekalipun sembarangan memakai pestisida untuk membasmi hama, karena bisa merusak daunnya. “Biasanya karena tak sabar, tanaman yang kena kutu dianggap sudah mati dan dibuang. Harusnya dibersihkan dengan cara menyikat kutunya. Meski agak lama, tapi dijamin bakal keluar pucuknya lagi.”

Perbanyakan Sikas dilakukan dengan cara vegetatif dan biji. Tapi ada juga dari anakan yaitu dari tunas yang keluar dari samping batang. Agar tumbuh lebih baik, Santri menyarankan agar tidak menyiram Sikas setiap hari. “Cukup tiga kali dalam seminggu saja disiram.”

FAKTA SIKAS
- Cara memilih Sikas yang bagus, cari bonggol yang besar dan daun yang tidak begitu panjang.
- Indonesia memiliki satu jenis Sikas asli Indonesia, yaitu Cycas rumphii.
- Selain cantik, hampir semua tanaman Sikas bermanfaat sebagai tanaman obat yaitu menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari darah tinggi, TBC, dan sakit lambung.

Dipublikasi di taman | Tinggalkan Komentar

Untaian Tanaman Rambat

Percantik pagar atau pergola Anda dengan tanaman rambat dengan bunga-bunga cantik. Selain daun hijau serta bunganya yang indah, tanaman ini sangat suka panas, sehingga tak sulit ditanam di negara kita yang kaya akan sinar matahari ini.

Pilih tanaman rambat yang cantik agar pagar, pergola, atau tiang gazebo rumah Anda tampil lebih atraktif. Selain sebagai penghias, tanaman rambat memberi aksentuasi khas pada taman. Jenisnya pun amat beragam. Jenis tanaman rambat yang tak lekang oleh waktu adalah Bunga Terompet (Mandevilla sanderi), Thunbergia (Thunbergia grandifloa), Alamanda (Allmanda cathartica), Nona Makan Sirih (Clerodendrum Thomsoniae), Sirih Gading, dan Malaythong.

Khusus untuk Mandevilla, untuk tahun ini permintaan pasarnya semakin banyak. Tanaman rambat asal Florida, Amerika Serikta ini berwarna putih, merah jambu, atau merah. Ada yang berdaun tumpuk, ada pula yang tidak. Tanaman ini unik, karena tidak pernah berhenti berbunga. Bisa bertahan sampai 3-4 tahun, tidak seperti tanaman semusim yang enam bulan tumbuh, kemudian mati. Selain merambat, Mandevilla juga bisa menjuntai karena batangnya lemas. Bahkan ditanam begitu saja pun akan tumbuh. Tak keran jika Mandevilla punya daya tarik sendiri.

Mandevilla sangat menyukai panas, yang membuat bunganya gampang bermunculan. “Agar mendapatkan bunga yang cantik tentu

saja harus memperhatikan perawatannya. Seperti pemberian pupuk, penyemprotan hama penyakit dengan pestisida. Media yang dipakai adalah cocopit (serbuk kelapa) dan sekam bakar,” jelas Ricky Hadimulya, pemilik Hara Nursery. Akan sangat baik jika ditanam di pot. Biasanya kalau di tanah banyak cacing yang bisa merusak tanah dan membuat akar jadi busuk.

Agar merambatnya lebih bagus, pot dan media harus diganti dengan yang lebih besar. “Awalnya, sih, banyak yang bilang susah mengurus tanaman ini karena cepat mati. Padahal, gampang, kok, merawatnya,” imbuh Ricky meyakinkan.

Dipublikasi di taman | Tinggalkan Komentar

Futoi Si kurus Penghias Taman

Pemanis Taman Minimalis
Siluetnya yang indah dan eksotis membuat futoi banyak dimanfaatkan para landscapper saat mengerjakan desain halaman rumah atau taman air.

Menurut Andie, futoi memang digunakan sebagai unsur estetika, memperkuat karakter konsep taman. Untuk desain berkonsep natural, minimalis, atau etnik, futoi merupakan pilihan yang tepat.

Selain indah dijadikan pagar hidup, futoi juga membentuk harmonisasi dengan tanaman lain di sekelilingnya atau kolam yang dihiasnya.

Pada dasarnya, penempatan futoi bisa dilakukan sesuai selera dan konsep desain. Untuk di kolam, futoi terlebih dulu ditanam dalam pot, lalu pot direndam dalam kolam atau diletakkan di sekitar kolam.

Untuk memperindah halaman atau pagar, futoi juga lebih cantik ditanam dalam pot dan kurang cocok bila ditanam langsung di tanah. Untuk menambah ketegasan bentuk fisiknya, pilih pot panjang berukuran 100 x 40 cm.

Bila ingin futoi yang langsung “jadi” alias tampak penuh dalam pot, Anda bisa langsung menanamnya dalam jumlah banyak sekaligus, tergantung ukuran potnya. Misalnya, 20-30 rumpun sekaligus.

Namun, bila lebih menyukai proses perawatannya, bisa menanamnya 10 rumpun. “Jika mau sabar, beli satu deret saja dulu. Setelah kondisi tanahnya subur, rumpun futoi bisa cepat rapat,” saran Andie.

Lalu, bentuk pot seperti apa yang cocok untuk futoi? “Tergantung selera. Bekas belanga pun bagus buat potnya, dan justru terlihat etnik,” imbuhnya.

Ketinggian pot yang akan digunakan pun tergantu selera masing-masing. Soal penempatan pot, saran Andie, bisa diletakkan di halaman depan, pagar, di taman samping rumah, bahkan roof garden alias taman atap.

“Yang penting cukup terkena sinar matahari. Jika di dalam rumah lumayan sulit, kecuali cahayanya cukup,” ujarnya.

Bila suka, Anda bisa mengatur bentuknya. Membiarkannya tetap tinggi agar tampak bagus atau memotong pendek dan rata agar tampak minimalis dan cantik.

Untuk Obat Terkilir

Tahukah Anda, futoi, yang habitat aslinya di Amerika, Eropa, dan Asia ini juga merupakan tanaman obat? Ya, futoi bisa dimanfaatkan sebagai obat terkilir, keseleo, dan antiradang.

Secara empiris, sejak zaman dulu masyarakat Jawa secara turun-temurun menggunakan futoi untuk mengobati itu. “Bukan untuk luka terbuka, lho, tapi untuk luka dalam. Juga bukan obat minum!” terang Sukatno.

Cara pemanfaatan futoi sangat sederhana, meski tak ada tolok ukur pasti dalam penggunaannya. Segenggam batang futoi ditumbuk, lalu ditempelkan di bagian yang terkilir secukupnya.

Bila rasa sakitnya belum hilang, bisa berkali-kali memakai futoi. Ketika futoi tumbuk yang ditempelkan ke badan sudah kering, bisa diganti yang baru. “Belasan kali ganti tumbukan dalam sehari juga boleh. Tetap aman, karena tidak diminum, jadi tak ada kejadian overdosis,” imbuh Sukatno.

Agar manfaatnya dirasakan secara maksimal, gunakan futoi berbatang kurus, bukan yang berbatang gemuk. Futoi berbatang gemuk bisa dimanfaatkan sebagai obat, tapi khasiatnya tak sebesar yang berbatang kurus. Senyawa aktif yang berguna untuk mengobati keseleo dalam futoi berbatang gemuk memang tetap ada, tapi kadarnya lebih sedikit dibandingkan futoi berbatang kurus.

Agar Ujung Futoi Tak Kering
Salah memperlakukan futoi bisa mengakibatkan ujung batangnya mengering. Penyebab ujung kering ini adalah cahaya matahari yang terlalu banyak dan pupuk yang terlalu berlebih atau malah terlalu sedikit.

Kurang air dan fisik yang belum siap tapi sudah ditempa cahaya matahari juga bisa jadi pemicu. Cara mudah mengatasinya, dengan merawatnya secara benar. Serahkan perawatan kepada ahlinya atau mengontrol sendiri cahaya dan pupuknya.

Letakkan futoi yang baru ditanam di tempat teduh selama dua minggu. Futoi siap ditempa cahaya matahari bila sudah muncul tunas baru. Bila pot digenangi air, jangan taburkan pupuk secara langsung, karena bisa membuat pupuk langsung lenyap saat hujan turun.

Untuk futoi di pot bundar ukuran standar, saran Andie, beri pupuk urea atau NPK sebanyak 0,5-1 sendok teh. Bungkus pupuk dalam beberapa lembar tisu/ kain kasa, lalu tanam dalam lumpur pot. Pupuk akan sampai ke akar dan diserap pelahan, dan berikan pupuk pada futoi sekali sebulan.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Tinggal Pilih, Mau Bambu atau Kayu

Material bangunan dari bambu dan kayu memang bukan hal baru. Tapi, kalau berbentuk rumah yang utuh dan bisa dibongkar pasang, menarik, kan? Selain awet, juga tahan gempa.

Kalau membayangkan rumah kayu, mungkin yang terlintas di benak adalah rumah-rumah country khas Amerika pada zaman koboi dulu. Bukan tidak mungkin, lho, Anda juga memiliki rumah kayu seperti itu di Indonesia. Tak perlu khawatir kayu akan keropos karena digerogoti rayap, berjamur, atau lapuk diterpa hujan dan terik matahari.

“Kayu besi sangat bagus untuk dijadikan bahan rumah kayu. Kayu jenis ini, makin sering terkena air, justru makin kuat, selain anti rayap dan jamur. Kayu-kayu yang dipakai untuk membuat dermaga juga kebanyakan kayu besi,” ujar Rizky Masyani (50), pemilik usaha Rumah Kayu (RK).

Bisa Desain Sendiri
Rizky susah mengenal rumah kayu sejak tahun 1995 lewat tayangan teve. Sejak melihat kelebihan rumah kayu, yang antara lain bisa dipindah-pindah lantaran pembuatannya menggunakan sistem bongkar pasang (knock down), Rizky tertarik. Tahun 2004, ia minta diantar temannya untuk melihat langsung rumah kayu ke tempat pembuatannya di Tomohon, Sulawesi.

Untuk mewujudkan keinginannya berbisnis rumah kayu, Rizky bekerjasama dengan salah satu produsen di sana. Namun, karena terhadang kendala, kerjasama itu berakhir. Tahun 2006, Rizky membuat usaha sendiri, sampai sekarang.

Dengan terjun langsung ke lapangan, ia jadi tahu proses produksi. Setelah ditebang, kayu dibuat balok berukuran besar, lalu digesek sesuai ukuran yang diinginkan. Untuk ukuran papan, diproses lagi untuk dijadikan lantai, rangka, dinding, dan sebagainya. Sebagian kayu ini ada yang dibuat di Tomohon, ada pula yang dibuat di lokasi calon rumah klien.

Ukuran rumah bisa dibuat sesuai pesanan klien, kendati RK menyediakan contoh-contoh rumah yang mereka buat dalam berbagai tipe. Model Saturnus misalnya, bertipe 80, sedangkan Merkurius bertipe 36. Kebanyakan, saat pertama datang, klien tidak membawa desain. Namun, ujar ayah 12 anak ini, “Tak masalah bila klien sudah punya desain sendiri.”

Sesuai namanya, seluruh bagian rumah yang dibuat RK terbuat dari kayu. Kecuali atap yang terbuat dari genting. Lagi-lagi, kata Rizky, itu bukan keharusan. “Ada klien yang minta dibuatkan rumah dua tingkat, yang satu beton, yang satu kayu, ya, tak masalah buat kami.”

Mirip Investasi
Setelah desain disetujui, barulah dilakukan persiapan pembangunannya. Kalau bangunannya terbuat full dari kayu, seluruh kayu dibuat di Tomohon. “Kalau campuran, dibuat di lokasi calon rumah. Pembuatan rumahnya sendiri memakan waktu 2 – 3 bulan,” jelas Rizky yang juga menerima pengerjaan halaman dan taman sekaligus.

Soal harga, untuk saat ini Rp 2,75 juta/m2 untuk rumah full kayu yang berpapan single dan Rp 3,5 juta/m2 untuk papan dobel. Papan single artinya dinding papan hanya menggunakan satu lapis kayu, sedangkan dobel menggunakan dua lapis untuk dinding papan untuk seluruh rumah sehingga rumah jadi lebih kedap suara.

Sedangkan untuk rumah campuran, harganya bisa lebih mahal, bisa juga sebaliknya. “Tergantung dari material yang digunakan untuk betonnya. Harga juga akan lebih mahal bila klien minta dibuatkan desain khusus.”
Kebanyakan, tutur pria yang memiliki 50 pegawai ini, kliennya memesan rumah kayu untuk vila, kantor pemasaran perusahaan properti, kafe, hotel (tipe cottage), rumah tinggal, gazebo, bahkan mushola yang dibangun di terpisah dari rumah.

Rizky bersyukur, kesulitannya membangun kepercayaan konsumen saat pertama membuka usaha ini, kini terlewati. Padahal, sejak dulu ia tak pernah punya rumah contoh. “Saya hanya memperlihatkan foto-foto rumah yang sudah kami bangun dan contoh kayunya,” ujarnya sambil menambahkan, dalam sebulan ia bisa mendapat 2-3 klien baru.

Klien RK berasal dari Jakarta, Bandung, Jawa Barat, Padang, bahkan ada pula dari Malaysia dan Australia, yang mengetahui RK lewat website-nya, www.rumah-kayu.com. Memiliki rumah kayu, menurut Rizky, sama saja dengan berinvestasi. Kayu besi bernilai investasi tinggi, karena makin lama harganya makin mahal, seperti kayu jati.

Dipublikasi di eksterior | Tinggalkan Komentar